Senin, 19 Desember 2011

semerbak sang mawar dijaga, 
matahari bermahkotakan peri embun, 
sejuk menyelimuti sukma, 
mengiringi gemercik air dilembutnya aliran sungai. 
terompet lembar demi lemar daun mengiringi diriku untuk segera tertidur 
dibawah kaki dan badanmu yang kekar.
menopang kehidupan sang burung.
berkicau tidaklah berhenti,
memanggil sang kekasih.
seakan menari-nari diatas angin,
indah dan mempesona mata yg memandang
setiap kepak sayap terlalu indah
langit biru yg kulihat hari ini,
sehingga aku terbuai akan kapas putih yg selalu disampingnya.
bergerak seakan tak ada beban

embun pagi memancarkan kesejukan. 
disela-sela rerumputan mekarlah sang Melati, 
begitu indah dan semerbak. 
Ingin kupetik engkau, tp....
Apakah engkau mau membangun istana kita, 
dan kuyakin pilar2 yang runtuh bisa kita bagun kembali, 
dan tidak ada dinding penghalang yang tinggi 
dan membuat jarak antara kita.
Jemari tanganku seakan mati rasa.
kotak-kotak-kotak dalam kehidupan membuat ruang ini tak lagi luas, 
menyempit bagai seutas tali yg menghimpit dinadi
Jelang pagi, menyambut mentari yang redup.... 
cahayanya tertelan oleh sang rembulan yang juga mati. 
dan kini aku menunggu sang bintang cerahkan hariku.
semua seakan berjalan dengan lambat, 
terasa sang waktu enggan mau berlalu. 
inilah saat paling indah.... 
pertemuan antara matahari dengan rembulan. 
walau timur dan barat tak kan pernah bertemu, 
sinarmu memberiku harapan akan hadirnya keindahan dalam kalbu.
Masihkah ada ragu dihatimu yang membebani setiap langkah yg kuambil. 
Menyisakan tangis dalam senyum. 
Membuat nafas ini tersesal hingga tak mampu berkata.
malam telah menyambutku dengan mengirimkan sang dewinya mengantar tidurku dalam mimpi indah. 
Dan kini kunantikan sang malaikat datang menyentuh pipiku dan berkata " Selamat Pagi"
sekarang aku sangat takut sang rembulan kembali pada sang gelap yg selalu menemaninya selama ini, 
aku benar-benar takut....
dan kini ketakutan itu semakin.........

petir menyambar ditengah mentar. 
walau tak ada tanda2 sang badai akan datang, 
tapi dingin ini menusuk kedalam tulang sumsum.
mungkin aku hanya bisa jadi embun pagimu yang beku, 
dalam segala mimpi, dan tak mungkin menjadi bintang-bintang yang menyelimuti malammu, 
aku tak kan bisa menjadi sang pelita pagi yang selalu mencerahkan setiap pagimu.
aku tak pernah merasakan sinarnya begitu dasyat. 
Mungkin kamu tak kan pernah percaya, 
bahwa sesunguhnya kamu telah memberiku kehangatan.
harum semberbak sang melati sampai disini, 
entah mengapa mungkin karna aku begitu merindukannya sungguh-sungguh merindukannya.

Jumat, 16 Desember 2011

Dinding seakan tak mampu menahan suara tangis ini yang merindu, mungkin aku bisa saja keluar dari jendela dan jatuh di semak belukar dan semakin terluka, tapi sekarang aku hanya bisa melihat kearah pintu, berharap ada yang mengetuk. membuka dan menyapaku dengan lembut, memberikan segelas air.

Senin, 12 Desember 2011

Minggu, 11 Desember 2011

MENITIH KISAH KLASIK



mengurai segala kalut nan indah yang dirajut bersama
menceritakan kisah sang mentari dan sang bulan
yang memacarkan sinarnya dari kejauhan
dan melihatnya benderang
oh sang mentari
sinarmu memantul di cermin.
menyisakan silau
membuat mata ini terpejam
melihat kegelapan yang menyakitkan
membuat aku berfikir bahwa itu sakit
membuatku engan lagi melihat dirimu
tapi....
indah begitu engkau ingin meninggalkanku
memberikan sinar indah
hangat dan bergelora
saat itu aku tak ingin jauh darimu
sang rembulan
betapa halus dan indah sinarmu
lembut dan menyapa
ingin rasanya aku memelukmu
mendekapmu dalam pelukan
memberikan kehangatan di jiwa
tapi.....
begitu jauh dirimu untuk diraih
banyak ribuan kosmos kecil yang menghalangi
membuat diriku semakin sulit
bahkan memandangmu aku tak bisa
karna dirimu ditutupi bintang-bintang
aku  hanya  bisa melihatmu dari sini
memandang sepecik sinar yang redup





Kamis, 01 Desember 2011

Teralu bodoh bagi diriku terpojok dalam sudut dalam 2 jalan yg semakin sempit, dan kini aku hanya diam mentapan jalan itu yg memanggilku.hidup itu sprt pazzel, kita adlh biji yg saling melengkapi. DIA pasti pny rencana yg indah dan akan menempatkan kita di tempat yg tepat.

Kamis, 27 Oktober 2011

salahkah aku atas perasaan ini yang yang tak mampu menutupi aku masih sayang kamu, dan mungkin benar jalan ini yang ku pilih

Kamis, 04 Agustus 2011

mencoba untuk bisa

Kamis, 14 Juli 2011

mana yang benar dan salah... semuanya sama-sama samar..... tidak ada kejelasan antara keduanya.... aku bersikap netral.... tapi pasti akan condong ke salah satunya karena aku juga bisa merasa dan menilai semuanya... banyak yang sembunyi tangan.... lidah bercabang.... tidak hanya 2 tapi 5... dan mau dibawa kemana ini semua.. dan mau dijadikan apa bagian dari organisasi terbesar di dunia kalau dari yang bawahnya saja bermasalah... tidak ada kejelasan antara siapa yang memindahkan sebuah kursi yang sebaiknya tidak perlu diperebutkan karena tidak sarat dengan jabatan dan uang... ini masalah kenyamanan dalam menaungi sebuah tempat. bagaimana dapat menjadi contoh yang baik jika pimpinannya bersikap arogan dan membela yang salah... kenapa iya bisa berteriak sekeras-kerasnya kepada manusia yang mengeluh tidak nyaman atas tempat umum yang disediakan, sedangkan iya tau siapa yang harus dipersalahkan.... apakah dia menutupi borok dari dirinya sendiri yang tak mau disalahkan. atau adakah borok-borok lain yang iya tutupi... sungguh ironis...
aku tersudut pada dua ruas yang berbeda tapi satu halangan..... halangan yang paling terbesar yang hanya bisa terselesaikan dengan hati... halangan yang dapat diselesaikan dengan saling percaya... halangan yang bisa terselesaikan dengan pemikiran positif yang akan membawa kepada keyakinan akan menjalani sebuah hubungan yang indah.... aku yang menjalani... tapi tanpa restu itu... sulit bagiku untuk melanjutkannya ... maafkan aku yang tak bisa memberikan keputusan antara yakin atau tidak.... seandainya tak kulakukan kesalahan, maka semuanya akan baik2 saja... aku takut kehilangan semua... tapi aku harus memilih.... dan memberikan keputusan apa pun resikonya.... dan kini biarkan aku berfikir untuk menentukan semuanya... yang terbaik diantara kita....

Sabtu, 09 Juli 2011

dan mungkin akan terjadi sebuah kejadian yang terperih... seakan-akan semuanya sia-sia... untuk kesekian kalinya aku harus berhenti sejenak... memikirkan semuanya... apakah harus kuakhiri... karna aku tidak tahu harus berbuat apa, meski hati ini perih... apakah ini jalan terbaik...

Minggu, 13 Maret 2011

Karna Aku Mengantuk

baru kusadari dirimu sangatlah kusayangi, dan kini ku terjatuh lagi dalam pelukan, lalu mas Aga berkata bahwa prospeknya bagus..... semuanya memberi sinyal...... tpi sinyal postif belum dikeluarkan oleh sang wanitanya.... aku sangat berharap ini terjadi.... semoga.... iya tersenyum dan bukan penolakan yang ada.... semoga semua itu akan terwudut dalam sebuah kisah klasik masa depan yang cerah.... semoga....

Senin, 07 Maret 2011

akhirnya setelah sekian lama... aku ingin menulis di sini.... banyak yang ingin ku tuangkan di dalam sini....

Rabu, 23 Februari 2011

Dear, Mr. God (Letters to God)


“Giving the right address, anything is possible”

Letters to God merupakan film keluarga yang diangkat dari sebuah kisah nyata, ditulis oleh Patrick Doughtie mengenai anaknya, Tyler. Film yang direalese pada 9 April 2009 ini menceritakan mengenai harapan yang akan selalu menjadi inspirasi dalam menjalani hidup, dengan tidak lupa selalu bersyukur atas semua anugerah yang diciptakan Tuhan disekitar kita.

Tyler (Tanner Maguire) dibesarkan di lingkungan yang penuh cinta. Bagi Tyler, Tuhan merupakan sebuah pribadi yang sangat dekat, dan akan selalu mendengarkan doa para umatNya yang membutuhkan. Tuhan adalah seorang sahabat untuk berbagi. Berbagi semua kebahagiaan, berbagi setiap masalah, berbagi semua kesedihan, dan berbagi sebuah kerinduan.

Tyler tumbuh seperti anak biasa pada umumnya, yang membedakan anak berumur 8 tahun ini hanyalah ketegaran dan keberaniannya dalam menghadapi hidup, meski ia didiagnosa mengidap kanker.. Surat-surat yang ditulis setiap hari ini merupakan bentuk dari wujud-wujud doa yang dipanjatkannya. Didalam surat-surat ini Tyler menceritakan bukan hanya saja mengenai dirinya, ibu, kakak laki-laki, maupun neneknya tetapi juga semua sahabat, tetangga, serta semua yg dikenal dilingkungan sekitarnya. Dan kekuatan surat-surat ini merubah hidup setiap orang yang berada disekitar Tyler.

Yang bisa kita dapat dari film ini bagaimana seorang anak dengan kekurangannya, selalu bersyukur untuk semua hal yang dia punya dan dia dapat. Karena Tuhan memberikan apa yang paling kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Dan semuanya akan terasa sangat indah baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain disekitar kita.


by : dutyyy

(PUBLISH AT NAFIRI No.1/2011 page 9)

Rabu, 02 Februari 2011

aku tak ingin memaksakan diri ini untuk mengejarnya.....
tapi hati ini seakan memberi tahu bahwa aku harus mengejarnya....
entah sampai kapan pintu itu akan terbuka....
sehingga aku bisa masuk kedalamnya....
dan menemukan hamparan taman bunga yang sedang bermekaran
menyerbakan harum nan indah....
membius pikiran untuk tak jauh darinya....
memberikan ketenangan yang merasuk kalbu....
berdawai sambil menatap indahnya langit biru....
seakan-akan tidak mau pergi....