Senin, 22 Maret 2010

SEMUANYA TENTANG KITA: Penentuan Jati Diri

SEMUANYA TENTANG KITA: Penentuan Jati Diri

Ada yang buta....

Ada yang berubah tapi sebenarnya tidak berubah….

Ada yang kelihatan berubah tapi sebenarnya hanya berjalan ditempat

Ada yang masuk mengisi semua unsur,

Membusungkan dada, menyebarkan kewibawaan

Tapi itu hanyalah kedok

Ada yang masuk dan mengalir begitu saja tanpa tahu arah dan tujuannya.

Ada yang keluar tetapi hanya alasan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih banyak

Ada yang keluar tapi sebenarnya tidak keluar dari apapun

Mereka tahu apa yang salah dengan mereka

Tapi mata ini, seakan tak melihat dunia apa yang sedang terjadi

Mata terus terbuka dengan lebar, menyaksikan semua yang salah

Tapi, apa yang bisa saya lakukan

Dengan tubuh yang lemah ini

Yang dapat kita lakukan hanyalah berteriak hingga habis suara ini

Agar mereka dengar apa yang salah.

Tapi, percuma saja… mereka tuli, benar-benar tuli hati……

Miss W...

Apa yang kukatakan dan kau katakana adalah palsu

Tak ada yang benar2 benar dari semua itu

Lidah menusuk….

Membuat raga ini bergetar

Hanya karna segumpal daging yang tak bertulang

Hati dapat diungkapkan dengan kata2…

Menurutku itu sampah…..

Lidah ini tak kan bisa

Melontarkan kata2 yang berasal dari hati.

Tapi aku heran….

Dari mana aku dapat percaya?

Dari mana aku dapat tau isi dari hati..

Dari mana aku bisa tau apakah apa yang dikatakana itu kebenaran

Kebenaran dari sebuah perasaan..

Nyatakanlah agar aku tau isi hatimu…

Dari mana kamu tau bahwa apa yang diucapkan berdasarkan dari hati

Kepercayaan……… atau percaya dari lidah yang bergoyang.

Aku butuh kepastian yang terucap

Aku perlu pernyataan yang keluar dari bibirmu

Tapi…. Apakah itu keluar dari hatimu….

Kamu percaya itu…

Yang dapat aku lakukan adalah memberikan perhatianku

Memberikan apa yang bisa kulakukan dengan raga ini

Bukan dengan kata-kata

Karna apa yang kulakukan ini

Bergerak berdasarkan hatiku

Bergerak berdasarkan cintaku

Bergerak berdasarkan apa yang kurasakan

Memang aku katakan ini spontanitas…

Tapi apa yang kulakukan itu berdasarkan perasaanku

Tubuh ini bergerak secara otomatis untuk dapat memberikan sesuatu kepadamu

Memberikan apa yang tidak kau dapatkan.

Penentuan Jati Diri

Sampai saat ini aku belum menemukan apa yang ingin aku cari

Mengapa semua terasa berat. Mungkin karna usahaku yang kurang keras untuk mencapai itu. Mungkin karana aku yang terlalu bermanja-manja untuk dapat menikmati dunia ini…

Dunia yang hampa… bahkan sampai sekarang aku tak tahu tujuan hidupku ingin dibawa kemana. Hanya agan2 yang setiap orang memikirkannya, kuliah, kerja, memiliki penghasilan, berbagi bersama keluarga dan kereabat apa yang telah diraih, menyenangkan diri sendiri dengan jerih payah yang telah dilakukan, menabung untuk masa depan, memiliki rumah, menikah dengan pasangan yang dicintai, mempunyai anak. Memiliki segala yang diinginkan. Menurutku itu bukan tujuan dari hidup tapi keinginan batin dan duniawi, terlebih dengan apa yang berhubungan dengan dunia ini. Sangat banyak yang diinginkan, dan pasti milliaran orang ingin hal yang sama…tapi itu bukan tujuan hidupku, bukan juga tujuan hidup yang diinginkan Tuhan untuk para umatNya. Apakah kamu tau apa yang diinginkan Tuhan untuk kita jalani. Apakah yang kita jalani ini benar2 adalah Perintah dari Tuhan.. apakah benar apa yang telah kita imani saat ini adalah iman kepada Tuhan… Coba renungkan ini… apa sebenarnya tujuan yang ingin kau capai… sebagai penulis tulisan ini, saya belum dapat menemukan arti hidup dan tujuan yang ingin saya jalani. Tapi satu yang saya inginkan… membahagiakan orang dimanapun iya berada… semua orang berfikir akan perasaan orang lain, mereka takut melukai perasaan orang lain. Apa lagi melukai perasaan orang yang dicintainya… banyak orang berkata bahwa iya dapat mengerti masalah atau yang lebih tepatnya perasaan orang yang sedang bermasalah tanpa tahu apa yang harus dilakukan dan apa solusi yang baik untuk keluar dari masalah tersebut… ia hanya berkata, aku tahu apa yang kamu rasakan sekarang, karna aku pernah mengalaminya. Tapi tak sedikit orang hanya berkata seperti itu tanpa tahu solusi bahkan dari masalahnya itu sendiri. Memang kita hidup selalu diliputi dengan kata Masalah… tapi masalah apa yang membut orang itu menjadi keluar dari jalur2 hidup yang normal. Atau masalah yang membuat orang telalu bahagia dengan masalah sehingga iya tak tahu kemana arahnya akan meluapkan kegembiraan itu. Manusia tinggal memilih diantara 2 pilihan, baik dan buruk. Tapi dalam memilih kita selalu dilibatkan dengan masalah atau konflik2 besar maupun kecil untuk dapat menuju kebenaran…ada yang berkata kebahagiaan akan datang ketika kita tak menginginkannya. Tapi saat kita tidak menginginkan masalah datang, kenapa masalah itu datang secara bertubi2 sehingga membuat orang melakukan kesalahan dalam memilih antara yang baik dan yang buruk. Saat raga dan pikiran tak lagi menyatu untuk meraih apa yang kita inginkan timbulah kata Menyerah yang sering kali dapat berakibat buruk bagi manusia. Tidak sedikit orang yang terjerumus dalam kesalahan yang fatal. Kadang aku berfikir hidup adalah sebuah anugrah yang diberikan Tuhan kepada kita. Tapi seanugrah apa kita menjalani hidup ini… dengan muda berfoya2 tua kaya raya dan mati masuk surga. Rendah sekali anugrah yang begitu indah dimanfaatkan dengan begitu saja. Makna hidup, tujuan hidup dan anugrah yang telah diberikan kepada kita haruskah dibiarkan sia2. tapi apa yang harus aku lakukan untuk dapat menjalani semua itu dengan baik….. perjalanan panjang akan kita lalui… bahkan yang sudah tiada pun masih belum dapat menemukan arti hidup dan tujuan yang sesungguhnya, dan untuk apa anugrah yang dimiliki itu kita miliki. Saya sering mendengar banyak sekali pengobatan alternative yang beredar dan terdengar luas di dunia. Mengatasamakan anugrah dari sang Ilahi atau sang Dewa maupun Sang Nenek moyang yang diberikan untuk dapat membantu orang lain… tapi dalam kenyataannya berbeda, tetap unsur uang dimasukan ke dalamnya… menasang tarif yang mungkin tak terjangkau untuk rakyat kecil yang sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan pengobatan bagi sang penderita.

Disini aku bekerja menjadi sang juru pelayan yang duduk di balik bangku dikelilingi dengan lemari berisikan buku2 yang mengulas iman atau memaparkan iman, benda2 rohani yang dipercayai bahwa iyalah sang Juruselamat serta para pengikutnya… disini aku banyak belajar mengenai tata cara apa yang dilakukan dalam administrasi sebuah organisasi besar yang tersebar di seluruh dunia…. Disini aku dalam lingkup kecil sebuah organisasi itu. Mengelola sekitar 8.000 orang yang bernaung dan bersekutu di dalamnya… banyak keganjilan yang kutemui… ternyata banyak orang yang terlihat suci tapi busuk… mengelapan selembar demi selembar uang yang dipercayakan untuk dapat membantu orang lain… seorang yang diimani atau menjadi imam yang bersumpah akan meninggalkan segala yang berhubungan duniawi dan hidup merasul… tapi masihkan ada orang yang seperti itu… dulu sekitar 17 tahun yang lalu, pernah kutemui orang seperti itu…. Ia seorang imam yang tak akan pernah menyentuh uang yang bukan miliknya. Bahkan jika iya diberikan sejumlah uang, iya langsung membelikan uang tersebut dengan makanan seperti roti atau beras yang akan dibagikan kepada setiap orang miskin yang berada di kawasan rumah tinggalnya. Iya tak akan menyentuh makanan dan minuman yang dibeli menggunakan uang yang bukan haknya. Sebelum makan iya selalu berkata, ini makanan atau minuman dari siapa? Beli atau dikasih? Jika jawabannya dikasih iya baru ingin memakannya..tapi jika barang tersebut merupakan hasil beli, tak secuilpun ia akan memakan atau meminumnya walau dalam keadaan kelaparan sekalipun. Satu lagi imam yang menurutku baik, iya tak ingin orang yang dikasihannya menderita, seperti Tuhan, menderita untuk orang lain supaya dibebaskan dari belengguh dosa yang meraka tak mengetahui bahwa iya telah berdosa besar. Itulah yang diimani oleh orang ini sehingga banyak perempuan tua maupun muda menyukainya, walaupun iya seorang imam, tak sedikit orang menyatakan perasaan cinta kepadanya… saat semua telah berlebihan, iya dipindahkan ke tempat yang mungkin membuat iya merasa dapat melayani orang2 yang membutuhkan pelayanannya.