Rabu, 08 Desember 2010
Meluap-luap
entah ini obsesi atau cinta
entah sebuah pengharapan atau sebuah keinginan
entah ini tentang hati atau ambisi
entah ini hanya kekaguman atau hanya sebuah perasaan
aku tak tahu apa ini
sesuatu yang meluap-luap
entah sampai kapan ini terjadi
yang membuat diriku seakan-akan bukan menjadi diriku
kadang kita hanya harus membiarkan rasa itu
sampai dititik tertentu rasa itu akan menguap atau menguat
kapanpun itu terjadi jika hati ini telah siap untuk menerima apapun
entah rasa ini akan bertahan
yang kutakutkan aku mengharapkan yang sia-sia
jika benar-benar tidak
akan kuhentikan pengharapan itu
tapi....
rasa itu menguat atau menguap tergantung pada apa yang kita lakukan
tidak ada yang bisa memberi dan tidak ada yang menjanjikan apapun
dan tidak ada yang kehilangan apapun
semua itu tergantung yang menerimanya
apakah saling menopang atau tidak
dan akhirnya aku tak siap untuk menopang apapun
butuh wadah yang tepat untuk bisa menampung cinta yang besar
mungkin aku tak bisa menjadi wadah yang tepat untuk cinta itu
tidak hanya untukmu, tapi juga aku, dia dan mereka yang saat ini tengah berjuang.
haruskah kutunggu sehingga wadah itu siap dan mampu menopang semua cinta itu
Rabu, 13 Oktober 2010
ITEM
jangan mengatakan kesempurnaan jika kau tak tau arti dari kesempurnaan....
Tuhan menciptakan kita sempurna.....
tapi kata siapa......
Tuhan menciptkan langit dan segala isinya dengan sempurna....
tapi kata siapa......
itu ada jika ada keharmonisan.....
jika hati tidak berkata seperti itu....
mana mungkin ada keharmonisan.....
ah sudah lah aku lelah....
Sabtu, 09 Oktober 2010
Bulat
bukan karna aku tak mencintaimu....
bukannya karna aku tak menyayangimu.....
tapi aku meragu akan cinta ini.....
cinta itu bulat.....
bukan hanya kita yang membuatnya bulat....
tapi orang2 yang ada di sekeliling kita juga membuatnya menjadi seperti itu....
tapi ini berbeda....
mereka membuat itu melonjong....
mencoba untuk keluar dari suatu sisi....
sehingga cinta itu harus pecah.....
tidak ada sebuah alasan untuk mencintai
tapi butuh alasan untuk mengakhiri....
sungguh ironis....
jawaban yang hanya ada dalam hati ini....
Minggu, 05 September 2010
Lets pray
Yet I spend most of my life unconcerned with this;
I waste it on petty things.
God, please grant me clear vision,
The vision to work for the greater glory of your name.
Please help me to wake up each morning with this in mind.
Help me to clear my mind of minor details that only distract me from my purpose.
Keep away the indifference that fogs humankind.
Point me where your people need help
So that I may go to bed each night knowing the world is a better place,
And your vision has been fulfilled.
Sabtu, 28 Agustus 2010
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati
Kau buat aku mencarimu.....
Aku menangis seorang diri
Hatiku selalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk Aceh tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata dipipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi
Lihatlah hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Denganmu aku bernyanyi
embun dipagi hari....
entah kenapa kini aku berhenti.....
seakan tak ada daya lagi untuk berlari....
embun dipagi hari....
yang dulu membangunkanku
dan memberikan setitik kesegaran....
kini hilang.....
sungguh aku tak ingin semuanya hilang...
tapi apa daya tubuh ini yang tak bisa meraihnya....
MENCINTAMU SAMPAI MATI
Dalam sepi engkau datang
beriku kekuatan tuk bertahan
kau percaya aku ada
kau yang aku inginkan
selamanya
kau adalah hatiku
kau belahan jiwaku
seperti itu ku mencintamu
sampai mati
di hidupku
yang tak sempurna
kau adalah hal terindah yang kupunya
seperti itu ku mencintamu
sampai mati
Kamis, 26 Agustus 2010
I miss u like crazy
Senin, 23 Agustus 2010
aku merasa senang
merasa paling berbahagia....
Bukan karna pemberiannya
tp karena kasih sayangnya
rasa perhatian dari semua yang mencintaiku
Dari semua yang selalu disisiku
disini....
Pada saat ini aku menagis
mendegar lantunan musik klisik
mengugah ingatanku tentang dya....
Dya yang kini telah tiada...
Membayangkanmu aku terus menangis....
Meneteskan air mata....
Sungguh aku ingin bilang padamu
aku sungguh2 merindukanmu PAPA....
Minggu, 22 Agustus 2010
dari apa yang kini kujalani penuh dengan kesalahan
entah salah dimana....
entah aku yang menjadi objek kesalahan
atau menutupi dari kesalahan yang mereka perbuat
aku merasa terjerumus dalam lingkaran kesalahan....
dimana aku tak bisa memilih
membela diripun aku tak bisa
karna aku begitu kecil dimata kalian
bahwa aku terlalu rendah dimata kalian
bahwa aku hanyalah mahluk lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa
aku diam.... aku menjadi binggung..... aku tak tau harus apa....
tapi kini tidak....
entah apa lagi yang harus aku tunjutkan
niat baik dari hal yang baik.....
Entah apa lagi yang harus kuperbuat....
untuk meyakinkan bahwa 4 tahun lagi aku siap
Siap untuk dapat menjagamu....
entah apa lagi yang harus aku perbuat.....
untuk dapat meyakinkannya....
Hanya waktu yang akan menjawabnya.....
Jumat, 20 Agustus 2010
saling menatap tanpa ada rasa curiga
kulihat diwajahmu....
tanpa aku ketahui...
ketulusan dan cinta begitu besar....
Tapi aku ragu.....
apa aku bisa menjadi sepertimu....
yang menatapku dengan penuh kasih....
cinta yang tulus terlihat di matamu....
penuh dengan cinta....
berilah aku cinta....
supaya aku dapat mencintaimu lebih....
Kamis, 19 Agustus 2010
Rabu, 18 Agustus 2010
bukan karna kebahagiaan....
tapi masalah....
masalah yang kini datang dari semua penjuru...
Bahkan dari orang terdekatku.....
Rasanya ingin lari...
Aku tak tau harus berbuat apa lagi....
tak ada yang membantuku untuk semua masalah ini....
Masalah ini semakin membuat aku hilang kendali....
Aku kini benar2 ingin lari.....
Ga ada yang bantuin gw...
semua gw.....
kenapa harus gw...
Jumat, 13 Agustus 2010
YANG TERISTIMEWA DI HIDUPKU
ada yang hilang ketika kau pergi....entah mengapa hidup ini seakan tak lagi sempurna
aku memang manusia biasa....
yang tak bisa melakukan apa yang telah kau lakukan
apa yang telah kau bina selama ini dalam diriku
Tapi aku merasa belum cukup
aku belum sanggup menjadi engkau
menjadi dirimu yang begitu sempurna
banyak hal yang harus kupelajari
dan bahkan belum kualami
yang aku tau kau sungguh berjuang
memperjuangkan hidupku agar aku bisa seperti ini
tapi aku belum bisa menjadi seperti engkau
tapi sekarang harus menjadi engkau.....
setengah dari dirimu pun aku belum
apa lagi harus menjadi engkau seutuhnya....
tapi aku beruntung....
sempat memiliki orang seperti dirimu...
andaikan kau masih disini
masih tetap disampingku.....
butuh waktu lama untuk dapat menjadi dirimu
bahkan sampai ku mati ku tak bisa seperti engkau....
Tuhan terima kasih kau telah memberikan AYAH teristimewa dalam hidupku....
.........
Kepalaku hampir pecah terbentur pintumu
Tak sedikitpun kau bukakan untukku
Apakah aku tak pantas mendatangi rumahmu
Apakah lantai itu terlalu suci untuk aku tapaki…
Apakah dinding ini terlalu tebal untuk aku lewati
Apakah bangku itu terlalu mewah untuk aku duduki
Apakah meja ini terlalu indah sehingga aku tak boleh menyentuhnya
Senin, 09 Agustus 2010
karna mimpiku tentang Dirinya.....
memelukku erat sambil berkata.....
jagalah semua yang kumiliki....
semua itu milikmu dan juga mereka.....
berikanlah yang tebaik.....
karna aku tak bisa mendampingimu lagi....
detik itu seakan menyentuh jiwa....
aku tersentak.....
lalu menagis sambil berkata.....
"Ayah.... bisakah Kau membimbingku hingga aku mampu....."
memikul beban yang belum siap kuterima....
menjadikanku selalu jatuh dalam pilihan yang sulit....
menentukan mana yang akan aku jalani....
menentukan apa yang harus aku perbuat....
mewujudkan apa yang tidak bisa aku ujudkan hari ini....
tapi aku dituntut untuk itu...
aku ingin kamu meringankan bebanku....
aku ingin kamu memberikanku sesuatu.....
sesuatu yang bisa membuatku bertahan....
mambangun cinta dan cita diantara kita....
membangun semua impian yang akan kita jalani....
bantulah aku.....
Selasa, 20 Juli 2010
Menapaki
dan kemana aku akan melangkah....
perjalanan yang panjang belum aku lalui....
tapi seakan tak ada tenaga lagi untuk melangkah kedepan.
menuju dimana aku dapat berdiri dan menatap dunia dari atas puncak yang hanya bisa kudaki. dari puncak yang kubangun sendiri....
rasanya lelah aku mendakinya....
menapaki bebatuan yang curam dan berair....
tergelincir oleh lumut yang menutupi langkahku menuju sebuah gua untuk beristirahat.....
menata lagi dan mencari lagi apa yang salah dalam jalan ini.....
apakah aku telah masuk jurang....
atau lembah yang tak ada ujungnya....
Jumat, 09 Juli 2010
A GOOD FATHER
sebuah kenyataan yang mungkin terjadi
saat raga ini belum siap
Iya datang
memanggil sambil berkata
Ikutlah denganku
tugasmu telah berakhir
biarlah mereka yang kau tinggalkan berjalan
mendewasakan diri dari Aku dan sesama.....
tak kubayangkan secepat itu....
mimpi yang kubayangkan 5 tahun lagi terjadi
aku baru memulai dari apa yang disebut kedewasaan
dari kejamnya dunia yang tak kunjung berakhir
entah dengan siapa lagi aku bertengkar.....
entah dengan siapa lagi aku akan meminta nasihat
entah dengan siapa lagi aku akan bercanda tawa
entah dengan siapa lagi aku akan memeluk erat
entah dengan siapa lagi aku akan membuat dya tersenyum....
masih terlintas dibenaku saat terakhir ku melihatnya
mendekap erat tubuhnya.... menatap matanya lalu berkata
aku berangkat duluan ya....
mencium tangannya sambil berkata..... aku pergi dulu ya.... main...
menghirup aroma tubuhnya yang dulu tak kuinginkan
namun sekarang kurindukan itu....
membelai lembut rambutnya memeluknya dari belakang
memberikan senyuman indah saat iya tertidur
air mata ini seakan tak kan habis jika aku merindukannya....
Sabtu, 26 Juni 2010
Raganya menghilang..... tapi iya masih disini.....
aku terus mencarinya.... tapi tak kutemukan dengan mata ini....
hidungku peka akan setiap bau dari aroma tubuhnya yang kini telah hilang
kemana engkau.... aku terus mencari dengan kedua mata ini
namun tak ku lihat iya....
kemana iya...
sambil menanggis..... aku berkata....
aku belum siap......
aku belum siap untuk kau tinggalkan....
karna aku belum bisa menjadi dirimu....
Sabtu, 05 Juni 2010
Rabu, 12 Mei 2010
sepotong MOAMMAR EMKA!!
Bukankah cinta memang tak pernah butuh alasan, meski cuma satu huruf?!
Sepertinya, iya..!!
Apa adanya, begitu saja!!
Aku cinta, ternyata!!
Aku hanya mampu mengibarkan bendera tanda.
Selebihnya, biarlah dirimu mengulur benang talinya, itu saja!!
Karena bagiku kau adalah anugerah terindah.
Tuhan, aku selalu ingin menghabiskan setiap detik bersamanya.
Boleh ga aku kangen??
Sapa senja tak menjaring risau.
Kubakukan namamu diatas hatiku yang meracau.
Bersamanya.. mengukir jejak rindu.
Itu saja!!
Makin kucinta dan kuyakinkan itu nyata, tanpa rekayasa.
Kucari sepotong mimpi indah malam ini.
Sendiri..
Sadar setengah hati.
Ternyata, masih ada makhluk manis yang sangat menyenangkan tadi malam. Kamukah itu??
Terima kasih untuk senyum yang kau titipkan malam ini.
Membasuh khawatirku pergi tanpa perih.
Bersamamu semua jadi begitu bermakna. Biarkan ini nyata bukan ilusi, semoga..
Menjamu pagi, tanpamu.
Seperti biasa, kangen pun hadir sebagai tamu tanpa jemu.
Sedang apa kamu??
Kini, aku hanya ingin kamu percaya : hatiku masih tetap milikmu, satu satunya.
Terima kasih untuk hadirmu yang meniupkan nafas kerinduan dibatas pagiku, selalu!!
Yang pasti aku selalu berjalan menujumu.
Karena kita berbeda, makanya aku percaya kita saling cinta.
Mengapa tak jua kau hadirkan setitik tanda untukku yang makin galau??
Finally..
Kamu berani mengatakan ‘sayang’ hari ini - dalam satu ruang yang dipenuhi ratusan pasang mata.
Mengunci bahagiaku, pasti!!
Atas nama apakah kedekatan kita selama ini??
Begitu sederhana kau memulakan, begitu menyakitkan kau mengakhirkan.
Andai kau tahu, aku tak pernah bisa mencampakkan cintaku kepadamu.
Setiap kali aku mencobanya, aku seperti melukai diriku sendiri.
Dan detik berikutnya, aku malah makin tenggelam dalam cintamu.
Sebuah sapa singkat yang kau catat pada embun pagi yang lembab, membuatku jatuh lunglai tak berdaya.
Hatimu, satu-satunya, telah kau labuhkan pada hati yang lain, bukan aku..
Sudahi cerita rindu ini, sudahi saja, aku rela!!
Semuanya memang telah berakhir.
Menangislah.. setelah itu.. tertawalah jika kau yakin.
Dan.. relakan dia dalam rengkuhan cintanya.
Aku inginkan keheningan sejenak. Sejenak saja..
Siapa tahu disuatu masa, kutemukan setitik cinta bersemi tanpa tanda tanya.
Datang dengan lugunya, menawarkan terang dibalik gelap yang mendekapku dalam titik hitam yang memajang.
Selamat tinggal.
Andai aku tahu, aku pasrah!!
Dan semoga aku belum kalah!!
Hanya maafku yang tersisa karena aku tak ada disana bersamamu.
Walau mungkin, tak pernah nyata juga akhirnya.
Yang pasti, hadirmu membuatku termanggu.
Terima kasih Tuhan, untuk karunia-Mu.
Dan semoga dambaku ini, bukan damba semu.
Kepada kamu, cinta itu… ingin kuawalkan dan kuakhirkan..
Karena cinta itu, kamu..
Bukankah cinta memang tak pernah butuh alasan, meski cuma satu huruf?!
Sepertinya, iya..!!
Apa adanya, begitu saja!!
Aku cinta, ternyata!!
Aku hanya mampu mengibarkan bendera tanda.
Selebihnya, biarlah dirimu mengulur benang talinya, itu saja!!
Karena bagiku kau adalah anugerah terindah.
Tuhan, aku selalu ingin menghabiskan setiap detik bersamanya.
Boleh ga aku kangen??
Sapa senja tak menjaring risau.
Kubakukan namamu diatas hatiku yang meracau.
Bersamanya.. mengukir jejak rindu.
Itu saja!!
Makin kucinta dan kuyakinkan itu nyata, tanpa rekayasa.
Kucari sepotong mimpi indah malam ini.
Sendiri..
Sadar setengah hati.
Ternyata, masih ada makhluk manis yang sangat menyenangkan tadi malam. Kamukah itu??
Terima kasih untuk senyum yang kau titipkan malam ini.
Membasuh khawatirku pergi tanpa perih.
Bersamamu semua jadi begitu bermakna. Biarkan ini nyata bukan ilusi, semoga..
Menjamu pagi, tanpamu.
Seperti biasa, kangen pun hadir sebagai tamu tanpa jemu.
Sedang apa kamu??
Kini, aku hanya ingin kamu percaya : hatiku masih tetap milikmu, satu satunya.
Terima kasih untuk hadirmu yang meniupkan nafas kerinduan dibatas pagiku, selalu!!
Yang pasti aku selalu berjalan menujumu.
Karena kita berbeda, makanya aku percaya kita saling cinta.
Mengapa tak jua kau hadirkan setitik tanda untukku yang makin galau??
Finally..
Kamu berani mengatakan ‘sayang’ hari ini - dalam satu ruang yang dipenuhi ratusan pasang mata.
Mengunci bahagiaku, pasti!!
Atas nama apakah kedekatan kita selama ini??
Begitu sederhana kau memulakan, begitu menyakitkan kau mengakhirkan.
Andai kau tahu, aku tak pernah bisa mencampakkan cintaku kepadamu.
Setiap kali aku mencobanya, aku seperti melukai diriku sendiri.
Dan detik berikutnya, aku malah makin tenggelam dalam cintamu.
Sebuah sapa singkat yang kau catat pada embun pagi yang lembab, membuatku jatuh lunglai tak berdaya.
Hatimu, satu-satunya, telah kau labuhkan pada hati yang lain, bukan aku..
Sudahi cerita rindu ini, sudahi saja, aku rela!!
Semuanya memang telah berakhir.
Menangislah.. setelah itu.. tertawalah jika kau yakin.
Dan.. relakan dia dalam rengkuhan cintanya.
Aku inginkan keheningan sejenak. Sejenak saja..
Siapa tahu disuatu masa, kutemukan setitik cinta bersemi tanpa tanda tanya.
Datang dengan lugunya, menawarkan terang dibalik gelap yang mendekapku dalam titik hitam yang memajang.
Selamat tinggal.
Andai aku tahu, aku pasrah!!
Dan semoga aku belum kalah!!
Hanya maafku yang tersisa karena aku tak ada disana bersamamu.
Walau mungkin, tak pernah nyata juga akhirnya.
Yang pasti, hadirmu membuatku termanggu.
Terima kasih Tuhan, untuk karunia-Mu.
Dan semoga dambaku ini, bukan damba semu.
Kepada kamu, cinta itu… ingin kuawalkan dan kuakhirkan..
Karena cinta itu, kamu..
Kamis, 22 April 2010
Emmm......
Author : unknown
Ooiiii om2 ama tante2 yang pade sibuk semuanye, nih dede ada cerita, sediiiiiiiihhhhhh banget dede aje ampir nangis. Ini terutama ditijukan bagi para calon ibu, dan calon wanita2 karir yang pasti super sibuuuuuuukkkkkkkkk banget (bukan nye kite ngelarang untuk sibuk loh, orang perlu juga refreshing ama nyantai biar ..... apa gitu hehehehehe....), ingetlah selalu ok........ selamat membaca,jangan nangis ye........
"Mandikan Aku Bunda...."
Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya
sampai akhirnya .....
Rani, sebut saja begitu namanya.
Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme
tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya
sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis
maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not the
best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi
Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda,
Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih
menuntaskan pendidikan kedokteran.
Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel'';
sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani
diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya
suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka.
Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf
pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'',
jadilah nama yang enak didengar: Alifya.
Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya
sebagai anak yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan,
kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris
tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain,
dan dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif
terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal?'' Dengan sigap
Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi
segala sesuatunya. Everything is OK!'' Ucapannya itu
betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian
anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal.
Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat
telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah,
cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada
cucu semata wayang itu, tentang kehebatan
ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang
naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.
''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.''
Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di
akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau
dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga
itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian
anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk
menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah
kecil ini ''memahami'' orang tuanya. Buktinya, kata
Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif,
tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski
kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang ekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut
kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya.
Meskikedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh
cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor,
entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ''Alif
ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap.
Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat
diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif
sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan
keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif
agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya.
Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan.
''Bunda, mandikan aku!'' kian lama suara Alif penuh tekanan.
Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena
Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak
lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya
Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien,
sang baby sitter. ''Bu dokter, Alif demam dan
kejang-kejang. Sekarang di Emergency.'' Setengah
terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late.
Allah swt sudah punya rencana lain. Alif, si
malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan
kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah,
satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya.
Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang
menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan
anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah
tubuh si kecil terbaring kaku. ''Ini Bunda Lif,
Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah jamaah
yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari
sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil,
kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali
Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ''Ini sudah
takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun
di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia
pergi juga kan?'' Saya diam saja. Rasanya Rani memang tak
perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung
seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya
kosong. ''Ini konsekuensi sebuah pilihan,'' lanjut
Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak.
Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya
histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali
ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan
yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan
Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali
saja, Aliiif..'' Rani merintih mengiba-iba.
Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di
atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang
menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.
-- Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
-- Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.
-- Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan
orang2 di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja dulu.
-- Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak
akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.
~sekian~
Sabtu, 10 April 2010
Selasa, 06 April 2010
SINOPSIS CERITA DARI LANGIT
Selama ini Dyon menganggap Lonndy adalah mataharinya. Ia adalah raja di dunia cintanya. Karena terlalu mencintainya, Dyon malah menyerahkan segalanya di usianya yang masih belia. Tapi ternyata mimpi tak seindah kenyataan. Sikap Lonndy yang seakan-akan tak peduli, dingin dan tak pernah berucap sayang atau cinta; membuat hati Dyon yang rapuh makin meragu.
Kemudian Levid datang, cowok gitaris yang pandai mencipta lagu ini memberikan kenyamanan baginya terutama ia mengajarkan; bagaimana menerima semua keadaan dengan lapang dada dan mensyukuri kebahagiaan dalam keluarga. Levid seperti hujan yang menyejukkan dirinya ketika ia butuh sandaran di tengah padang pasir kering.
Apalagi ternyata Lonndy terbukti tak setia. Sementara di depan keluarga Dyon, Levid begitu menyenangkan dan pandai mengambil hati. Dyon membutuhkan matahari dan hujan seperti mereka. Tapi, siapakah nafas hidupnya sesungguhnya?
By : Dhani....
Senin, 05 April 2010
LOST MY PHONE
Entah mengapa aku merasa benda itu tak berguna lagi bagiku…. Seakan tak peduli lagi benda itu ada dimana dalam keadaan apa dan bagaimana rupanya sekarang semenjak aku menjatukannya di kantorku…. Sungguh malang nasib benda yang dulu menjadi nyawa keduaku…. Telepon gengam…. Tertera dibagian muka sebuah perusahaan telekomunikasi terkenal di dunia dan nomor wahid di Negara tercinta ini. Keluaran lama yang hanya bisa untuk sms dan telepon. Bermula dari sebuah Misa Malam Paskah yang indah namun kulalui dengan mata terkantuk-kantuk… dengan dipadamkannya lampu dan hanya diterangi dengan lilin yang menyala di setiap gengaman tangan di dalam Gereja. Sebelum masuk ke dalam gereja, telebih dahulu aku membantu anak mudika St. Yohanes Penginjil menjual bingkisan paskah di luar gerbang Gereja dengan harga bervariasi… mulai dari 15.000 sampai 35.000. ada sekitar 20 bingkisan yang telah habis terjual. Sambil menghitung uang yang telah kami dapat, aku melihat dirinya terduduk manis di sebuah tenda kerucut dengan beberapa meja mengelilinginya. Terlihat dimeja tersebut lilin-lilin putih yang tersusun yang akan digunakan umat untuk merayakan Misa Malam Paskah yang sebentar lagi akan berlansung. Misa sudah mulai…. Didalam dengan mata terkantuk-kantuk, aku mencoba untuk dapat mengikuti Misa tesebut dengan hikmat… selesai misa kulihat dya mengampiri teman2nya yang bersama2 denganku keluar dari dalam gereja. Lalu aku memisahkan diri dari kerumunan ramai yang saling bersalaman mengucapkan Selamat Paskah. Kulihat dya menjabatkan tangannya kepada setiap orang yang iya kenal… melihat senyum indahnya, aku juga ikut tersenyum… lalu. Dengan mata ini yang tak bisa lepas darinya aku duduk di kursi bakso yang tersusun rapi di halaman gereja. Memerhatikan setiap senyum, canda tawa, serta gerakan tubuhnya yang membuatku tak berhenti tersenyum… dengan langkah yang pasti aku segera meniggalkannya dan menjauh. Malam yang indah… malam yang berkesan. Malam yang tak pernah kulupakan… sesampainnya aku di depan perpustakaan paroki, aku menunggu teman2 yang masih berada di depan gereja… ku lihat lagi dya berjalan menghampiriku bersama temannya yang ingin menuju perpustakaan dimana telah menjadi sarang penyimpanan barang2 yang mereka letekan di dalamnya. Makin dekat dan tanpa disadari olehku dya mencoleku dari belakang, dengan spontan aku berbalik arah dan melihat dya tersenyum sambil mengajakku menjabatkan tangannya dan berkata “angga, Selamat Paskah ya”. Dengan hati yang berdebar sekaligus kaget aku berkata “ sama-sama”. Entah mengapa aku merasa lengkaplah Paskah ini dengan salam Paskah yang aku terima darinya. Entah karna aku menunggu dirinya mengatakan itu atau karna perasaan yang bergetar ini. Lalu dengan nada tinggi ada yang berteriak…. “Kuncinya mana nih”…. Dengan panik iya membuka tas ransel warna hijau lumut miliknya dan mengambil sebuah tempat pensil dimana dya meletakan kunci perpustakaan…. Saat itu jam 1 pagi…. Begitu lelah badan ini…. Dengan mata yang sayum yang tinggal menyisakan 5 watt aku beranjak akan pulang…. Dengan mengedong tas ransel yang berisikan laptop dan CD software aku beranjak keluar sambil berkata dalam hati “Waktunya pulang”....
To be Continue


