Minggu, 18 Maret 2012

Mencoba mencari sepihan yang tersisa,
mengais dari butiran debu yang lenyap
tersapu oleh pekatnya malam
Apakah aku bisa
menarik selimut dan memelukmu erat
dan tak kan ada lagi yg bisa membuka tirai jendela
sehigga mataharipun aku tak tahu kapan terbenam

menari diatas bara api
memercikan lidah
menghantarkan panas
memberikan ketakutan sesaat
lalu memberanikan diri untuk memeluknya
memberikan apa yang kita punya
untuk dapat menyejukan sukma
terhasut oleh hangatnya dekapan
mentari yang kini telah terbit
begitu hangat
dan lambat laun menyerumuskan diri ini
dalam panasnya keangkuhan
melepuhkan seisi hati ini
menyisakan kesakitan yang mendalam
seperti cacing yang menari
dalam luka yang tak kan pernah sembuh
mengerogoti hingga tak ada lagi yg tersisa
mencari sela dari daging yang hampir habis

Jumat, 02 Maret 2012

sebuah hayalan,
menitik beratkan pada keagungan alam...
mecari air jernih semesta
memberikan kesejukan jiwa
tercemari oleh kuku sang rusa
yang lembut namun menghancurkan...
mencoba mengiba...
meminta penawar
dari mawar berduri tajam
menghirup kelopak
membuatku terpejam
lalu mati dan menuju nirwana.