Ayah.... ya... perayaan hari Ayah yang jatuh pada hari ini terdengar baru bagiku. aku baru menyadarinya karna ada salah satu perusahaan ponsel terbesar membuat iklan dengan icon anak kecil yang berceloteh tentang betapa hebatnya sang ayah. ya.... itu mengingatkanku pada sosok ayah yang selama ini ku kenal.... tanpa disadari dia memperhatikan dan menyayangiku dengan caranya.... dengan diam-diam banyak pemikiran keras yang ia lakukan untuk bisa membuat anak-anaknya bahagia. dankini... aku hanya bisa mengenang segala diamnya dalam marah, semua bisik kesalnya yang membuat dia geram dengan tingkah lakuku.... geram dengan setiap ketidakpedulianku terhadap hidupku, kecerobohanku dengan segala kondisi yang telah terjadi, segala rengekanku atas segala sesuatu yang ingin kumiliki tanpa memikirkan darimana dia mendapatkan rupiah untuk membelinya, tak mempedulikannya bersusah payah mencari nafkah untuk kebutuhanku sehari-hari, selalu menganggap iya tak pernah mengerti apa yang kuingini, mencaci bahkan membencinya sehingga aku tak peduli pada dunia. Ya.... dialah Ayahku.... sosok pria tegar yang menutupi kelemahannya untuk bisa membuatku menjadi manusia yang berguna. Ya.... dialah Ayahku.... yang tanpa suara terus memperhatikan apa yang aku butuhkan dan apa yang terbaik yang bisa ia berikan kepadaku. Ya.... dialah Ayahku.... yang memberiku nasihat yang seringkali tak ku dengar dan kurang tepat dalam menyampaikannya. Aku ingat waktu itu aku tinggal kelas. Aku sangat takut dengan apa yang akan ia perbuat kepadaku dengan keadaan ini. Aku lari dari kenyataan ini dengan pergi menuju Kerawang tempat nenek dan kakekku tinggal. Sungguh-sungguh takut. Tapi ketakutan itu berubah menjadi sedih ketika ia menyemputku dengan mama sambil berkata "Angga, ayo pulang.... Papa gak marah kok". tumpahlah segala tangis dan ketakutan dalam pangkuan ibuku, dengan isak tangis yang tak henti, aku meminta maaf yang mungkin tak terdengar olehnya. Tapi aku tau, ia mendengar dan memaafkanku. Ya momen itulah yang selalu aku ingat sampai sekarang diantara momen-momen yang lain.
Merindukan Sang Bulan
Aku menyukai puisi, pengungkapan yang bebas dan tanpa batas...
Rabu, 12 November 2014
Selasa, 26 Agustus 2014
Jejak Katulistiwa
Mulut ini terdiam.....
terbukapun tak mau
apa lagi mengucapkan kata itu...
karna itu aku banyak melakukan hal bodoh
ya.... bodoh rasanya jika menginggat kembali
Kini, nikmati saja siluet romannya jingga
membayangkan semua asa yang pernah tercipta
ikuti saja jejaknya hingga sudut katulistiwa
mungkin disana kan kau temui makna dari sebuah luka
terbukapun tak mau
apa lagi mengucapkan kata itu...
karna itu aku banyak melakukan hal bodoh
ya.... bodoh rasanya jika menginggat kembali
Kini, nikmati saja siluet romannya jingga
membayangkan semua asa yang pernah tercipta
ikuti saja jejaknya hingga sudut katulistiwa
mungkin disana kan kau temui makna dari sebuah luka
Senin, 21 Juli 2014
Ku Tak Tahu Pasti
Dikala aku sedang sendiri mencoba merenungi apa ingin hati ini.
Dan aku tak pernah mengerti….
Sampai, kusadari aku….
Tak kan pernah mengerti…
Dan kini, aku hanya menjalain hidup ini…
Melamun sendiri dan tak tahu apa yang aku ingini
Dan tetap tak kupahami
Yang ku tau semua pasti ingin raih bahagia…
Kadang aku ingin pergi….
Sendiri dan tak tau apa yang harus dilakukan
Hanya bermimpi….
Tak tau apa yang kucari di muka bumi
Kadang khayal hati ini membuat aku tetap bermimpi
Dan aku tak pernah mengerti….
Sampai, kusadari aku….
Tak kan pernah mengerti…
Dan kini, aku hanya menjalain hidup ini…
Melamun sendiri dan tak tahu apa yang aku ingini
Dan tetap tak kupahami
Yang ku tau semua pasti ingin raih bahagia…
Kadang aku ingin pergi….
Sendiri dan tak tau apa yang harus dilakukan
Hanya bermimpi….
Tak tau apa yang kucari di muka bumi
Kadang khayal hati ini membuat aku tetap bermimpi
Selasa, 07 Januari 2014
Semoga
sampai detik ini, masih saja selalu menjadi misteri,
sulit ditebak dan diterka
perkenalan yang berujung pada sebuah rasa
sebenarnya aku tak takut untuk mengatakannya
hanya saja.... aku takut untuk menerima jawabannya
bagaikan api....
menghangatkan namun bisa membakar habis semua
lakukanlah hal yang benar, jangan hanya menerka.
dan janganlah biarkan kelabu menyelimutiku
karna aku butuh kamu
Semoga dengan kehadiran dirimu telah melengkapi diriku
begitu juga kamu.... semoga....
sulit ditebak dan diterka
perkenalan yang berujung pada sebuah rasa
sebenarnya aku tak takut untuk mengatakannya
hanya saja.... aku takut untuk menerima jawabannya
bagaikan api....
menghangatkan namun bisa membakar habis semua
lakukanlah hal yang benar, jangan hanya menerka.
dan janganlah biarkan kelabu menyelimutiku
karna aku butuh kamu
Semoga dengan kehadiran dirimu telah melengkapi diriku
begitu juga kamu.... semoga....
Selasa, 23 Juli 2013
Singapore cuyyy
Hai pembaca, beberapa bulan yang lalu sy liburan ke negeri seberang yaitu Singapura, well sedikit bagi pengalaman selama disana aja ya. kalo disana itu bersih dan transportasinya nyaman. kalo dibandingin dengan di Jakarta jauh banget bedanya. Mungkin dengan akan dibangunnya monorail akan memberikan dampak yg baik bagi transportasi yg ada di Jakarta. Sedikit gw share foto gw selama disana bersama pacar dan calon mertua.
Rabu, 19 Juni 2013
Masih Saja.....
Kenangan itu sungguh sangat melekat di benakku,,,,, padahal sudah lebih dari 6 tahun berlalu. Tapi, masih saja aku bisa mengingatnya sampai sekarang. ya cinta pertamaku waktu aku duduk di sebuah sekolah kejuruan swasta di jakarta selatan. Setiap kali aku melihatnya entah dalam foto atau hanya guratan tulisan namanya.... memory dalam otakku selalu saja tersambung dimana aku menyatakan cinta hingga ciuman pertama yg aku berikan kepadanya.... sungguh indah....
Senin, 07 Januari 2013
Saat aku memejamkan mata
merindukan kisah yang dulu hilang.
temakan waktu dan ambisi untuk segera menghilang,
terhalang tembok kesakitan
membuat raga ini tak dapat mengapai batas langit biru.
aku tak kan bisa mencapai awan itu,
tempat dimana engkau berpijak menari dan bernyayi...
telingakupun tak mampu menankap setiap makna dari setiap isyarat.
mungkinkah kau merasakan semua yang kupaksakan....
begitu mencekik dan membelengguh nadi.
namun apakah mungkin....
apakah mungkin semua berubah....
saat aku memejamkan mata
temakan waktu dan ambisi untuk segera menghilang,
terhalang tembok kesakitan
membuat raga ini tak dapat mengapai batas langit biru.
aku tak kan bisa mencapai awan itu,
tempat dimana engkau berpijak menari dan bernyayi...
telingakupun tak mampu menankap setiap makna dari setiap isyarat.
mungkinkah kau merasakan semua yang kupaksakan....
begitu mencekik dan membelengguh nadi.
namun apakah mungkin....
apakah mungkin semua berubah....
saat aku memejamkan mata
Biarkan lidah tetap "merasa"
Nantinya akan ada sesuatu yang berubah dari tahun ketahun...
merasakan apa yang terjadi setahun ini....
merupakan perjalanan yang manis, asin dan pahit...
entah rasio-nya lebih banyak yang mana....
menginggat apa yang telah aku lakukan seakan pahit semua
menginggat setiap detik yang telah dilalui...
hanya kenangan manis dan pahitlah yang terekam dalam memory ini
lalu kemanakah yang asin-nya tersimpan....
apakah iya bersembunyi di bagian dalam pinggir lidah...
atau bagian depan dan belakang saja yang kita rasakan....
atau kita jatuh lebih dalam....
dan tidak merasakan apa-apa dan hilang begitu saja....
merasakan apa yang terjadi setahun ini....
merupakan perjalanan yang manis, asin dan pahit...
entah rasio-nya lebih banyak yang mana....
menginggat apa yang telah aku lakukan seakan pahit semua
menginggat setiap detik yang telah dilalui...
hanya kenangan manis dan pahitlah yang terekam dalam memory ini
lalu kemanakah yang asin-nya tersimpan....
apakah iya bersembunyi di bagian dalam pinggir lidah...
atau bagian depan dan belakang saja yang kita rasakan....
atau kita jatuh lebih dalam....
dan tidak merasakan apa-apa dan hilang begitu saja....
Langganan:
Postingan (Atom)