sepotong MOAMMAR EMKA!!
Bukankah cinta memang tak pernah butuh alasan, meski cuma satu huruf?!
Sepertinya, iya..!!
Apa adanya, begitu saja!!
Aku cinta, ternyata!!
Aku hanya mampu mengibarkan bendera tanda.
Selebihnya, biarlah dirimu mengulur benang talinya, itu saja!!
Karena bagiku kau adalah anugerah terindah.
Tuhan, aku selalu ingin menghabiskan setiap detik bersamanya.
Boleh ga aku kangen??
Sapa senja tak menjaring risau.
Kubakukan namamu diatas hatiku yang meracau.
Bersamanya.. mengukir jejak rindu.
Itu saja!!
Makin kucinta dan kuyakinkan itu nyata, tanpa rekayasa.
Kucari sepotong mimpi indah malam ini.
Sendiri..
Sadar setengah hati.
Ternyata, masih ada makhluk manis yang sangat menyenangkan tadi malam. Kamukah itu??
Terima kasih untuk senyum yang kau titipkan malam ini.
Membasuh khawatirku pergi tanpa perih.
Bersamamu semua jadi begitu bermakna. Biarkan ini nyata bukan ilusi, semoga..
Menjamu pagi, tanpamu.
Seperti biasa, kangen pun hadir sebagai tamu tanpa jemu.
Sedang apa kamu??
Kini, aku hanya ingin kamu percaya : hatiku masih tetap milikmu, satu satunya.
Terima kasih untuk hadirmu yang meniupkan nafas kerinduan dibatas pagiku, selalu!!
Yang pasti aku selalu berjalan menujumu.
Karena kita berbeda, makanya aku percaya kita saling cinta.
Mengapa tak jua kau hadirkan setitik tanda untukku yang makin galau??
Finally..
Kamu berani mengatakan ‘sayang’ hari ini - dalam satu ruang yang dipenuhi ratusan pasang mata.
Mengunci bahagiaku, pasti!!
Atas nama apakah kedekatan kita selama ini??
Begitu sederhana kau memulakan, begitu menyakitkan kau mengakhirkan.
Andai kau tahu, aku tak pernah bisa mencampakkan cintaku kepadamu.
Setiap kali aku mencobanya, aku seperti melukai diriku sendiri.
Dan detik berikutnya, aku malah makin tenggelam dalam cintamu.
Sebuah sapa singkat yang kau catat pada embun pagi yang lembab, membuatku jatuh lunglai tak berdaya.
Hatimu, satu-satunya, telah kau labuhkan pada hati yang lain, bukan aku..
Sudahi cerita rindu ini, sudahi saja, aku rela!!
Semuanya memang telah berakhir.
Menangislah.. setelah itu.. tertawalah jika kau yakin.
Dan.. relakan dia dalam rengkuhan cintanya.
Aku inginkan keheningan sejenak. Sejenak saja..
Siapa tahu disuatu masa, kutemukan setitik cinta bersemi tanpa tanda tanya.
Datang dengan lugunya, menawarkan terang dibalik gelap yang mendekapku dalam titik hitam yang memajang.
Selamat tinggal.
Andai aku tahu, aku pasrah!!
Dan semoga aku belum kalah!!
Hanya maafku yang tersisa karena aku tak ada disana bersamamu.
Walau mungkin, tak pernah nyata juga akhirnya.
Yang pasti, hadirmu membuatku termanggu.
Terima kasih Tuhan, untuk karunia-Mu.
Dan semoga dambaku ini, bukan damba semu.
Kepada kamu, cinta itu… ingin kuawalkan dan kuakhirkan..
Karena cinta itu, kamu..