Rabu, 12 November 2014

Hari Ayah dan Momen bersamamu

Ayah.... ya... perayaan hari Ayah yang jatuh pada hari ini terdengar baru bagiku. aku baru menyadarinya karna ada salah satu perusahaan ponsel terbesar membuat iklan dengan icon anak kecil yang berceloteh tentang betapa hebatnya sang ayah. ya.... itu mengingatkanku pada sosok ayah yang selama ini ku kenal.... tanpa disadari dia memperhatikan dan menyayangiku dengan caranya.... dengan diam-diam banyak pemikiran keras yang ia lakukan untuk bisa membuat anak-anaknya bahagia. dankini... aku hanya bisa mengenang segala diamnya dalam marah, semua bisik kesalnya yang membuat dia geram dengan tingkah lakuku.... geram dengan setiap ketidakpedulianku terhadap hidupku, kecerobohanku dengan segala kondisi yang telah terjadi, segala rengekanku atas segala sesuatu yang ingin kumiliki tanpa memikirkan darimana dia mendapatkan rupiah untuk membelinya, tak mempedulikannya bersusah payah mencari nafkah untuk kebutuhanku sehari-hari, selalu menganggap iya tak pernah mengerti apa yang kuingini, mencaci bahkan membencinya sehingga aku tak peduli pada dunia. Ya.... dialah Ayahku.... sosok pria tegar yang menutupi kelemahannya untuk bisa membuatku menjadi manusia yang berguna. Ya.... dialah Ayahku.... yang tanpa suara terus memperhatikan apa yang aku butuhkan dan apa yang terbaik yang bisa ia berikan kepadaku. Ya.... dialah Ayahku.... yang memberiku nasihat yang seringkali tak ku dengar dan kurang tepat dalam menyampaikannya. Aku ingat waktu itu aku tinggal kelas. Aku sangat takut dengan apa yang akan ia perbuat kepadaku dengan keadaan ini. Aku lari dari kenyataan ini dengan pergi menuju Kerawang tempat nenek dan kakekku tinggal. Sungguh-sungguh takut. Tapi ketakutan itu berubah menjadi sedih ketika ia menyemputku dengan mama sambil berkata "Angga, ayo pulang.... Papa gak marah kok". tumpahlah segala tangis dan ketakutan dalam pangkuan ibuku, dengan isak tangis yang tak henti, aku meminta maaf yang mungkin tak terdengar olehnya. Tapi aku tau, ia mendengar dan memaafkanku. Ya momen itulah yang selalu aku ingat sampai sekarang diantara momen-momen yang lain.

Selasa, 26 Agustus 2014

Jejak Katulistiwa

Mulut ini terdiam.....
terbukapun tak mau
apa lagi mengucapkan kata itu...
karna itu aku banyak melakukan hal bodoh
ya.... bodoh rasanya jika menginggat kembali

Kini, nikmati saja siluet romannya jingga
membayangkan semua asa yang pernah tercipta
ikuti saja jejaknya hingga sudut katulistiwa
mungkin disana kan kau temui makna dari sebuah luka

Senin, 21 Juli 2014

Ku Tak Tahu Pasti

Dikala aku sedang sendiri mencoba merenungi apa ingin hati ini.


Dan aku tak pernah mengerti….


Sampai, kusadari aku….


Tak kan pernah mengerti…


Dan kini, aku hanya menjalain hidup ini…


Melamun sendiri dan tak tahu apa yang aku ingini


Dan tetap tak kupahami


Yang ku tau semua pasti ingin raih bahagia…


Kadang aku ingin pergi….


Sendiri dan tak tau apa yang harus dilakukan


Hanya bermimpi….


Tak tau apa yang kucari di muka bumi








Kadang khayal hati ini membuat aku tetap bermimpi

Selasa, 07 Januari 2014

Semoga

sampai detik ini, masih saja selalu menjadi misteri,
sulit ditebak dan diterka
perkenalan yang berujung pada sebuah rasa
sebenarnya aku tak takut untuk mengatakannya
hanya saja.... aku takut untuk menerima jawabannya


bagaikan api....
menghangatkan namun bisa membakar habis semua
lakukanlah hal yang benar, jangan hanya menerka.
dan janganlah biarkan kelabu menyelimutiku
karna aku butuh kamu

Semoga dengan kehadiran dirimu telah melengkapi diriku
begitu juga kamu.... semoga....