jadi.... bagaimana aku dapat membekukan sang bunga.... jika sang mentari begitu terik menyinari sanubari ini... bagaimana aku bisa membelah kayu... jika kampakku tidak ditempa dengan palu besar.... dan bagaimana aku bisa membelah lautan jika tongkat Nuh saja kuragukan keberadaannya.... jadi mungkin aku harus menyerah dengan keadaan ini. mencoba menerima kenyataan jika sang surya tak pernah berhenti menyinari bumi, dan aku hanya terdiam kaku di teras rumahku.... memandang sang surya yang kina detik melepaskan panasnya diatas kulitku.... dan kini aku berfikir.... melakukan apa yang telah dan akan kulakukan nanti.... apakah nanti akan berjalan sesuai dengan mimpi-mimpiku.... atau hanya sekedar mimpi saja... perahu yang hanyutkan di atas danau tak kan bertahan lama hingga akhirnya Iya tenggelam dalam kegelapan.... mencari sesuatu yang dinamakan cahaya... ya.... danau yang begitu tenang ternyata membawa aku kedalam kegelapan yang indah.... sehingga tak ada lagi yang bisa aku lakukan, bahkan berusaha bernafaspun aku tak sanggup.... tak ada seorangpun yang tau akan masa dimana aku merasakan kehampaan hati.... akupun tak bisa mengira semua akan seperti ini.... ya... seperti menelan banyak air tanpa bisa membuangnya.... dan nantinya semua akan kembali lagi.... berputar seperti sedia kala.... dimata titik awal berawal.... dimana tak kan ada lagi bunga dalam pot.... tak ada lagi bekantan dalam keranjang... tak ada lagi pohon yang tumbuh sendirian di tengah kota... tak ada lagi tanah yang diratakan.... tak ada lagi suara ilalang menjerit kesakitan karna ibunya telah mati.... tak kan ada lagi seekor kanguru yang mati kehausan.... dan tak ada lagi harapan akan datangnya kesakitan karna CINTA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar